Kamis, 26 Januari 2012

Belajar di Kereta

Bismillahirrohmanirrohiim

Setelah berlibur di rumah kakek dari umi saya yang terletak di Rawamangun, Jakarta timur. Sayapun diajak kakek saya ke rumah saudara saya yang berada di Tambun, Bekasi. Dan selama perjalanan baik berangkat ke Rawamangun dan Bekasi, dan pulang ke Rawamangun dan Serpongnya kami (Saya dan kakek saya) menggunakan jasa kereta api. Selama di kereta api saya banyak mengambil pelajaran dari sekitar saya.

Pertama, saya belajar: jangan mengambil keputusan terlalu cepat yang saya dapat dari penjual salak.
Saat saya sudah terlalu bosan dengan para penjual yang pantang menyerah dalam menjajakan jualannya. Penjual salak lewat di depan bangku barisan saya, sambil terus berteriak-teriak " Ya, salaknya 5000 dapet 8", dan seorang bapak-bapak tertarik dengan tawaran si penjual salak itu yang akhirnya membelinya. Tidak lama setelah bapak-bapak itu membeli ada penjual salak lain yang menawarkan "Ngabisin, ngabisin, 5000 dapet 10". Semua penumpang di barisan saya melirik bapak-bapak yang membeli salak itu sambil malu-malu.

Kedua, saya belajar: tetap menjaga kebersihan meskipun di dalam kereta api.
Diantara semua penjual yang berlalu lalang di hadapan para penumpang adalah penyapu sampah yang berada di lantai kereta. Kadang penyapu ini seakan-akan menyindir para penumpang agar selalu menjaga kebersihan di dalam kereta.

Ketiga, saya belajar: pantang menyerah dalam berusaha.
Kau tahu teman, bahwa berapa kali penjual frame foto itu melintas bangkuku? Lima kali dia bolak-balik. Subhanallah, jadi malu dengan penjual frame foto itu meskipun siang hari tetap berjuang untuk menjual dagangannya demi sesuap nasi. Berbeda dengan saya yang kadang menyerah dengan praktikum-praktikum yang FKG berikan sebagai tahap pembelajarannya.

Bismillah, belajar dari setiap sudut kehidupan.
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal". (QS. Al-Imran:190)

4 komentar:

  1. subhanallah .. pelajaran yang bermakna & bermanfaat sekali :)

    BalasHapus
  2. ka hani ke tambun? wah lain kali mampir atuh kak ke rumah nisa hehe

    BalasHapus
  3. @ka Firdausy: Jazakillah kakak:)
    @Nisa : Oh nisa bekasinya tambun juga? Hayu, kapan-kapan ya:)

    BalasHapus