Jumat, 19 Februari 2010

Ibu yang luar biasa

Bismillah..

Tulisan ini kupersembahkan untuk orang yang telah melahirkanku, membesarkanku dan tetap mencintaiku apa adanya. Sepenuh hatinya.

Saat aku beranjak dewasa, dan aku memulai perlawanan-perlawananku padanya.
Dimulai saat aku masih smp, saat aku mulai menolak pilihan orang tuaku untuk melanjukan ke SMA NFBS yang merupakan lanjutan dari smp ku. Aku bersikeras menolak.
Umipun mengeluarkan Rp 1.000.000,00 hanya untuk aku les persiapan PSB IC Serpong.
Aku gagal.
Umi hanya tersenyum seraya memberikanku semangat. Namun aku masih belum bisa menerima kenyataan itu.
Aku lelah. Lelah belajar. Lelah berdoa.
Namun umi senantiasa masih pantang menyerah memberikanku semangat.
Entah kenapa Allah memberikanku ibu yang luar biasa seperti beliau.

Saat aku beranjak SMA, dan takdirku menentukan SMA IC Alkausar Sukabumi sebagai sekolah lanjutanku.
Dimulai dengan adanya permintaan-permintaanku yg berlebihan minta ini-itu yg memang itu tidak terlalu diperlukan.
Umi menolak dan aku tetap merengek, aku tidak sadar bahwa aku kakak dari 3 orang adik yang harusnya lebih dewasa dari mereka. Aku bersikeras minta sesuatu yang aku inginkan.

Hingga saat aku menyadari kesalahan-kesalahanku selama ini. Kesabaran umiku. Ketangguhan umi dalam menghadapi anaknya yang seperti ini. Aku tahu sekarang.

Bertindak dewasa adalah jalan keluarnya.
Kembali menatap dunia baru, kembali menjalani kehidupan dengan ikhlas sesuai dengan apa yang Allah takdirkan.
Karena kadang rencana kita tak sesuai dengan takdirNya, tapi Takdir yang Allah berikan pastilah yang terbaik buat kita. Terima kasih untuk cintamu, Umi.

Love,
Hansya