Kamis, 18 Januari 2018

Welcoming 2018

Bismillahirrohmanirrohiim

Kembali menyapa blog lagi, Assalamualaikum!
Menyambut tahun 2018 yang datang dengan resolusi-resolusinya. Resolusiku 3 hal di tahun ini:

Menjadi hamba yang bersyukur
Semakin sering  untuk selalu bersyukur terhadap apa yang telah Allah berikan, seperti nikmat iman, nikmat sehat, nikmat berkumpul dengan orang sholeh, nikmat pasien yang datang sesuai dengan kasus yang dibutuhkan, nikmat dimudahkan dalam menyelesaikan requirement koas, dan banyak nikmat-nikmat lainnya yang tak akan terhitung nanti. Alhamdulillah:)

Mejadi hamba yang sabar
Sabar dalam menghadapi ujian-ujian yang Allah berikan untuk kenaikan level menjadi hamba yang lebih taat, kuat, dan beriman.

Menjadi hamba yang bertanggung jawab
Semoga Allah izinkan aku untuk menyelesaikan sekolah profesi dokter gigi tahun ini sebagai tanggung jawab kepada Ummi-Abi dimana ridha Allah itu berada. Dan semakin Allah kuatkan azam untuk menyempurnakan separuh agama sebagai bentuk mengikuti sunnah RasulNya.

Bismillah!

Kamis, 03 Desember 2015

Next Chapter

Bismillahirrohmanirrohiim

Sedikit ingin bercerita, tentang sebuah kertas dari teman baik saya.
Kertas tersebut dititipkannya beserta hadiah untuk teman kami yang akan wisuda hari itu.
Disana tertulis,

" What's Next?"

Jumat, 23 Januari 2015

Jatuh Cinta Lagi

Bismillahirrohmanirrohiim

Mungkin rasanya terlambat, bahwa diri ini jatuh cinta lagi...
dengan kisah hidup, keteladanan, serta kepribadian yang dimiliki sahabat Rasulullah

Abu Bakar As-Siddiq!

Pada suatu hadits Rasulullah disebutkan:
" Sesungguhnya, manusia yang paling berjasa kepadaku dengan harta dan jiwanya adalah Abu bakar. Jika aku diharuskan mengambil seorang kekasih, aku akan mengambil Abu Bakar sebagai al khalil (kekasih), tetapi persaudaraan Islam lebih baik. Tidak tersisa satu pintu masjidpun kecuali pintu Abu Bakar" (HR Al Bukhari dan Muslim)

Teruntuk Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib:
Tunggu, aku siap mempelajari keteladanan kalian juga! :)

Rabu, 03 September 2014

Meluruskan Niat menjadi Dokter

Bismillahirrohmanirrohiim

Halo teman2, ga kerasa ya kini sudah menginjak tahun ke-4 di FKG Unpad.
Kembali menelurusi 3 tahun perjalanan mengenyam pendidikan di FKG bukanlah hal yang mudah. Mulai dari praktikum, tutorial, dan lecture dari berbagai mata kuliah yang harus dihadapi.

Kemudian kembali dihinggapi pertanyaan:
" Buat apa sih selama ini berlelah-lelah belajar di FKG? Mau jadi dokter gigi seperti apa nanti?"

Selama liburan kemarin, pertanyaan ini mulai kembali timbul di benak saya.
Banyak teman-teman saya yang memiliki bermacam-macam mimpi ada yang ingin menjadi dentopreneur, dentomotherpreneur, dokter gigi rimba dengan melakukan pemerataan kesehatan gigi ke berbagai daerah, dll. Mereka memiliki mimpi yang bermanfaat bagi banyak orang.

Saya pun ingin bermanfaat bagi banyak orang, tapi dengan cara yang berbeda.
Saya menyukai dunia pendidikan.
Jadi ingat pertanyaan di sebuah film " Apa sebenarnya tujuan dari kehidupan? Yaitu memberikan warisan tentang ilmu pengetahuan". Ilmu pengetahuan yang ingin saya wariskan tidak hanya tentang kedokteran gigi saja (karena nanti saya ingin jadi dosen insya Allah), tentang pengetahuan agama seperti bahasa arab, Fiqh, Quran Hadits ingin saya wariskan juga (tentunya harus kembali banyak belajar lagi).
Dan satu lagi keinginan saya, menjadi Hafizhah.
Ini cita-cita saya sejak dulu, ingin menjadi dokter yang hafizhah, ga macem-macem. Mengingat banyaknya waktu yang sudah saya sia-siakan selama di dunia perkuliahan untuk menambah hafalan Quran membuat saya menyesal. Mumpung masih di usia produktif, bantu hamba ya Allah.

Menjadi dokter untuk memberikan banyak manfaat pada orang lain, bukan sekadar teori.
Selamat menempuh tingkat 4, semoga dimudahkan dan dilancarkan:)

Senin, 25 Agustus 2014

Aksel

Bismillahirrohmanirrohiim

Tulisan ini saya dedikasikan untuk adik perempuan saya satu-satunya yang juga adik terakhir saya, Hasna Karimah.

Assalamualaikum adikku,
Bagaimana kabarnya? Semoga baik-baik saja dan selalu jadi kebanggan Ummi, Abi, Teh Hani, Aa Hafizh, dan kang Hakim. Kemarin Ummi menelpon dan bercerita tentang Nana yang sedang digalaukan dengan urusan sekolah. Iya, Nana ditawari untuk masuk ke kelas akselerasi karena IQ Nana memenuhi syarat dan termasuk melampaui standar. Masya Allah, teteh ikut berbahagia.

Namun, teteh juga takut dengan sistem akselerasi yang katanya sangat padat. Dimana materi yang seharusnya 3 tahun akan dipersingkat menjadi 2 tahun. Ditambah lagi, di keluarga kita belum ada yang pernah ikut kelas akselerasi. Tapi hari inilah keputusannya. Nana sebelumnya diminta kita semua untuk istikhoroh karena memang SMA akan berpengaruh untuk perkuliahan nanti.

Dan Bismillah dengan segala pertimbangan dan izin Allah, semoga keputusan Nana menjadi keputusan terbaik dan berkah dimata Allah. Selamat mengarungi dunia akselerasi, semoga diberi kekuatan dalam menghadapi segala tantangan didalamnya. Laa haula wa laa quwwata illa billah.

Salam sayang,
Teh Hani

PS:
Teman-teman teteh yang akselerasi juga hebat-hebat, ada Dwi Mustika, Sabila Nurul Haqi, Lazuardi Imami, Hafidzar Rohim.

Rabu, 20 Agustus 2014

Indofood Leadership Camp (Part II)

Bismillahirrohmanirrohiim

Melanjutkan cerita pengalaman saya 9 hari bersama teman-teman terpilih dari UI, ITB, UNPAD, UGM, UNDIP, UNAND, USU, ITS di Akademi Militer Magelang dalam Indofood Leadership Camp.

Saya dan teman-teman regional Bandung berangkat dari stasiun Bandung pukul 9 malam. Sampai disana sekitar jam 7 pagi, kami langsung bergegas mengganti baju dengan kaos resmi untuk pelatihan. Lalu kami naik truk TNI AD menuju PT Indofood di Yogyakarta. Setelah sampai, kami berbaris untuk dibagi perkelompok untuk tour di sana. Mulanya aku berbaris bersama teman2 dari Unpad, kemudian setelah dibagi-bagi akhirnya saya sendiri yang terpisah dari universitas saya, dan bergabung bersama teman-teman dari USU dan IPB. Mulanya saya sedikit khawatir dan ternyata mereka semua teman-teman yang baik. Setelah tour selesai, sekitar jam 12 siang kami melanjutkan perjalanan ke Akademi Militer (AKMIL) di Magelang untuk acara intinya, yaitu Leadership Camp.

Sekitar jam 2 siang kami sudah sampai di Akmil. Kami langsung bergegas menurunkan barang-barang kami dengan diberi waktu 10 menit. Saya sudah melihat bahwa mulai hari ini kami akan dilatih dengan mental TNI AD karena yang membunyikan peluit untuk memberikan waktu adalah anggota TNI disana. Setelah menyimpan barang-barang, kami mengadakan upacara pembukaan BISMA Leadership Camp BATCH 6 yang dipimpin oleh wakil ketua pimpinan akmil. Setelah itu kami makan siang dengan gaya ala militer juga tentunya. Diawali dengan berdoa menurut agama masing-masing, ucapan selamat makan, setelah makanan selesai mengembalikan peralatan makanan ke tempat semula, kemudian ucapan terimakasih. Proses makan gaya militer seperti ini diterapkan selama 9 hari.

Suasana Upacara Pembukaan  BISMA Leadership Camp BATCH 6

Selama disana, kami banyak mendapatkan materi-materi tentang kepemimpinan, meliputi: Peran generasi muda dalam mengisi kemerdekaan dengan wawasan kebangsaan, Leadership: Pengenalan diri dan pembangunan karakter, Kepemimpinan Lapangan, Wawasan kebangsaan, How to Fight, Psikologi kepemimpinan, dll. Hal yang paling seru adalah penerapan How to Fight di lapangan pada hari kedelapan. Dimana kita diajarkan untuk bertahan dengan segala keterbatasan. Pagi harinya kami membaca kompas sambil mencari arah, kemudian menaiki bukit. Dilanjut pada malam harinya kami tidur di atas bukit dengan kondisi terbuka, hanya dengan matras dan pakaian yang sedang dipakai. Setengah malam berlangsung lancar, karena mungkin malam hari lapar tidak terlalu saya rasakan. Sekitar jam 2 kami dibanguni untuk makan ubi sambil mengelilingi api unggun. Kata pelatih ada beberapa teman kita yang bangun kemudian merasa kelaparan dan meminta untuk disediakan sesuatu. Lucu juga sih, katanya How to Fight...

  Persiapan Menaiki Bukit untuk Penerapan Ilmu How to Fight 

Setelah sholat shubuh, kami menuruni bukit. Diikuti adanya abu gunung yang turun, katanya abu itu berasal dari gunung Kidul di Jawa Tengah. Medan untuk turun tidaklah mudah kawan, debu yang diiringi dengan rintik hujan membuat turunan bukit yang berasal dari tanah licin. Aku hampir saja terjatuh, tapi temanku bisa menahannya padahal badan temanku itu lebih kecil dari badanku. Sesampainya kami di basecamp, kami sarapan kemudian acara yang direncanakan sebelumnya untuk ikut kerjabakti bersama rakyat sekitar, akibat debu vulkanik dibatalkan. Kami langsung menuju Akademi Militer menggunakan truk TNI. Malam harinya merupakan malam perpisahan, setelah ada beberapa tampilan dari teman kami mengikuti sesi mencium sang saka merah-putih. Rasanya hikmat sekali.

Esoknya adalah hari terakhir kami di Akmil. Paginya kami melaksanakan upacara penutupan yang dipimpin oleh Gubernur Akmil. Setelah itu kami mempersiapkan kepulangan. Kepulangan kami masih diiringi turunnya debu dari gunung Kidul. Terimakasih banyak kepada Karya Salemba Empat Foundation, PT. Indofood Sukser Makmur, dan Akademi Militer Magelang pengalaman 9 hari yang tidak akan tergantikan.

Pleton 2B di acara sesi Penutupan bersama Gubernur Akmil Magelang

Salam rindu untuk teman-teman BISMA BATCH 6 Nusantara, semoga bisa berkumpul lagi insya Allah:)
Foto by: Achsanul F Irvan ITS 2011

Eid Mubarok

Bismillahirrohmanirrohiim

Hansya dan keluarga besar Sukabumi mengucapkan Taqabalallahhu minna wa minkum
Mohon maaf lahir dan batin, apabila ada perkataan dan tindakan yg kurang berkenan.
Selamat menikmati bulan Syawal untuk peningkatan Iman setelah Ramadhan:)

Tetep Keluarga Besar Sukabumi walaupun lebaran ini ngumpulnya di Ciputat