Rabu, 20 Juli 2011

Jodoh (lagi-lagi)

Bismillahirrohmanirrohiim

"Kalau nanti jadi dokter gigi, moga suaminya dokter umum ya teh. Biar bisa buka praktek bareng."
Umi doain deh, nenek juga doain.
"Kalau teteh mau ambil spesialis habis S1 abi sih ikut suami teteh aja, kalau suaminya dokter kan bisa lebih tau dan lebih ngerti gimananya"

Nah lo.

Gimana dong, padahalkan
kalau anak teknik jago-jago banget matematikanya, perbaiki keturunan gitu hhe.
kalau anak hukum terpana aja tau semua aturan-aturan negara, bisa jadi warga negara yang baik.
kalau anak ekonomi ngurus uangnya jago banget, membantu saya yg kurang pinter ngurus uang.

Tapi, semua kan rahasia Allah ya?
kalau anak kedokteran juga banyak pahalanya kan kita jadinya bisa bareng-bareng nolong orang.
Ya, itu rahasia Allah. Biar keputusanNya mengalir begitu saja.
Siapapun itu, saya harus bersyukur karena sungguh rencanaNyalah pasti yang terbaik.
Hansya

Selasa, 19 Juli 2011

Ini Langkahku

Bismillahirrohmanirrohiim

Terigat sebuah nasyid yang sering kali di dengar di SMP NFBS tercinta dan juga nasyid favorit keluarga saya serta menjadi semangat saya dalam menikmati perjuangan SNMPTN :
Ini langkahku, yangkan ku ayun
Walaupun payah, tak akan nyerah
Ini langkahku, kan trus melaju
Bangkitkan Jihadku (Ar Ruhul jadid)

Tiap hari bulak-balik rumah- NF Ciputat, ya walau sering banget telat dateng jadinya hhe tapi semangat belajar makin ada ditambah adanya Silmi, soulmate saya yang selalu menyemangati saya. Juga Yayah, yang membuat saya menyukai Matematika secara perlahan-lahan hhe.
Yang dengan sabar membantu saya mengerjakan ps-ps nf yang luar biasa hhe, ka Anggi Liviani.
Saya selalu mendoakan kakak sukses dan jazakillah katsir sekali kak:)

Alhamdulillah, 30 Juni 2011 menjadi hari bersejarah buat saya dimana Universitas Padjadjaran menerima saya di Fakultas Kedokteran Gigi. Awalnya memang saya menginginkan Fakultas Kedokteran Umum di Unpad, namun dari hasil-hasil TO yang sudah saya coba nilai saya belum cukup, hingga saya berada pada suatu keadaan dimana saya sebagai calon mahasiswa yang harus berpikir idealis namun realistis. Bismillah saya putuskan untuk memilih:
pilihan 1 : Fakultas Kedokteran Gigi Unpad
pilihan 2 : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam-Biologi UI
Dan hari itu tiba,sungguh Allah memberikan keputusan yang sesuai dengan rencanaNya.
Nanti tanggal 6 Agustus menjadi awal perjuangan saya di bumi jihad jatinangor.
Bismillahhi laa haulaa wa laa kuwwata illa billah
It's not the end, It's just BEGINNING (Bondan Prakoso-Kita Selamanya).
Hansya

Kamis, 12 Mei 2011

WELCOME

SNMPTN 2011

Dia sudah siap dengan rencana-rencana terbaikNya

karena sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan

Akan dimudahkan olehNya surga bagi orang-orang yang sedang menuntut ilmu (alhadits)


SNMPTN Undangan : 18 Mei 2011

SNMPTN Tertulis : 31 mei-1 Juni 2011 (Pengumuman 30 Juni 2011)


Bismillahi tawakkaltu alallah laa haula wa laa kuwwata illa billah

(dengan menyebubut nama Allah tiada daya dan upaya melainkan denganNya)


Jumat, 29 April 2011

When The City Say

JAKARTA

where we were born on


JABODETABEK

our hometown


ANYER

the place where our story began


BOGOR

under the city of rain in love


too much that we have our memory together, forget it?sorry, its so hard



Jumat, 22 April 2011

Bismillahirrohmanirrohiim

No more SMS. No more testimonial. No more Wall post.
No more mention.

Let Allah shows our love story.

Hold Allah's promise:
”Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (surga).”
(QS An nur:26)

Hansya

Kamis, 14 April 2011

UN oh UN

Bismillahirrohmanirrohiim

Untuk seluruh kelas XII yang akan berjuang di hari
Senin-Kamis : 18 April - 21 April 2011

"yang demikian itulah tidak sulit bagi Allah" (QS.Ibrahim:20)

Menciptakan langit dan bumi saja begitu mudah bagiNya, merubah yang sulit menjadi mudah insya Allah.
Semoga Allah memberikan kemudahan serta hasil yang terbaik.
Especially for : angkatan 7 SMP Islam Nurul Fikri Boarding School dan angkatan 4 SMA IC Alkausar.
Hansya

Minggu, 03 April 2011

P.A.C.A.R.A.N, nggak atau iya?

Bismillahirrohmanirrohiim

Saya ambil dari blog kakak kelas saya, Nur Afifah. Jazakillah ka saya banyak belajar dari blog kakak:)

Suatu pagi, belasan menit sebelum bel masuk berbunyi di SMA-ku, seorang teman melontarkan pertanyaan yang tak pernah terpikirkan sebelumnya,

“Fah, lo mau gue cariin pacar, gak?”

Hah? Dengan muka bingung, lantas berganti nyengir aku menjawab,

“Gak usah, Lin, nih aku dah punya banyak,” seruku sambil menarik buku-buku semi tebal dari dalam tas.

Gantian temanku yang cengengesan. Dasar.

Kali lain, teman seperjalanan pulangku bertanya, “Fah, kenapa sih kamu gak mau pacaran?”

Sambil berusaha menghindari genangan air di depan pasar Pondok Labu, aku berseru pelan,

“Kenapa ya, Sri?”

“Yee, orang nanya balik nanya.”

So?

Ini prinsipku, Sri. Tahu kan, kalau Allah sudah menjanjikan dalam Al Qur’an, perempuan yang baik hanya untuk laki-laki yang baik. Sepanjang kehidupanku, aku percaya janji Allah selalu benar.

Gini lho, kalau misalkan orang yang kita sayang menjanjikan sesuatu pada kita, kita akan dengan senang hati percaya, kan. Karena ibu, ayah, atau siapapun yang menyayangi kita akan berusaha menepati janji itu untuk membahagiakan kita. Kalaupun mereka tidak bisa menepatinya, mereka yang akan pertama kali bersedih karena keterbatasannya. Kalau manusia saja begitu, Allah pasti gak akan pernah menyalahi janji-Nya, karena Ia adalah Dzat yang paling mencintai kita, dan Ia adalah Penguasa Mutlak Alam Raya ini, Ia akan selalu memberi tanpa batas, tak ada yang bisa membatasi kekuasaan-Nya. Kalau Ia sudah berjanji, maka itu adalah sebenar-benarnya janji.

Perempuan yang baik hanya untuk laki-laki yang baik, berarti Allah sudah memudahkan kita, kan? Kalau mau dapat pasangan yang baik, berarti yang harus kita lakukan adalah menjadi baik terlebih dahulu. Kalau misalkan mau dapat pasangan yang hafal Qur’an, misalnya, kita juga harus mulai menghafal Qur’an. Atau kalau mau dapat pasangan yang pengertian, kita juga harus mulai menjadi orang yang pengertian. Karena saat seseorang menetapkan standar pada dirinya, hal itu akan mempengaruhi pilihan-pilihannya di saat ia harus memutuskan sesuatu. Iya, kan?

Makanya, aku lebih memilih membenahi diriku dulu, membangun kualitas-kualitas yang kusukai, jadi nanti pas memang sudah waktunya, aku sudah lebih siap. Lagian kalau pacaran, kita jadi kehilangan waktu untuk membangun hal-hal itu, kan? Kita lebih banyak tersibukkan dengan hal-hal yang sekarang, mungkin iya kadang-kadang ada yang memikirkan untuk ke depannya, tapi itu juga gak menjamin. Banyak orang yang tidak menjadi dirinya saat menjadi seorang pacar. Ia berusaha terlihat sempurna, atau paling tidak ia hanya ingin sisi baiknya saja yang terlihat. Kalau gak, siapa coba yang mau jadi pacarnya, hehe. Tapi kalau menikah kan beda, saat kita menikahi seseorang, kita gak bisa memilih hanya menikahi sisi baiknya, harus sepaket sama sifat-sifatnya yang lain. Lho, jadi jauh gini ya ngomongnya, hehe.

Jadi, menurutku, kalau orang lain berdalih, “Saya pacaran untuk bisa lebih mengenal pasangan saya,” rasanya itu bukan jalan yang pas.

Lagipula, aku gak mau mencari sesuatu yang baik untukku dengan cara yang tidak baik menurut-Nya.

Pandangan aja harus dijaga, apalagi berdua-duaan. Tapi bukan artinya pacaran gak boleh. Pacaran boleh, kok, nanti kalau udah nikah, hehe..

Mungkin iya, kita bisa dapat pasangan yang terasa ‘cocok’ untuk kita, tapi aku takut, kalau Allah gak suka caraku untuk mendapatkannya, aku bisa kehilangan nilai keberkahan di dalamnya. Padahal, hidup kita di sini kan untuk mendapat cinta-Nya kan?

Saat itu, aku ingat salah satu kalimat yang sempat terpikir di baris otakku,

Pangeran akan datang jika sudah tiba saatnya. Sebelum waktu itu tiba, pangeran dan putri harus saling menjaga dirinya masing-masing, supaya pertempuan itu lebih sempurna.