Tampilkan postingan dengan label Long Distance Love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Long Distance Love. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Maret 2012

"Mencintai dari jauh saja sudah cukup, biar tangan-tangan Allah saja yang mempermainkan cintaNya"
__ Hanifah Syahidah, 10 Maret 2012

Minggu, 23 Oktober 2011

Lebih kutunggu...

Bismillahirrohmanirrohiim

Ada yang lebih kutunggu dibandingkan orang yang kusukai yang tak kujumpai selama 4 tahun lalu.
Mereka yang lebih kuinginkan untuk bertemu ternyata, padahal baru berpisah beberapa bulan saja..

Amanatulhay Pribadi (STEI ITB)
Amatulhay Pribadi (FTSL ITB)
Azzahra Rahmani Ali (FTMD ITB)
Artalia Indah Roossiana (Accounting Swiss German University)
Dinah Kamilah Ulfa (STEI ITB)
Kamilah (FK UGM)
Mentari Nur Fajrin (Desain Komunikasi Visual President University)
Nanet Fithia Rizkiputri (FK UGM)
Nisryna (FK UGM)
Nurrahmah Nawwir Az-zahra (Farmasi UI)

Aku rindu sekali teman, kalau kau tahu.
Rindu suara kalian, rindu bercanda bersama. Ah, Allah pertemukan kami lagi, kumohon.
Namun, kita sudah berbeda tempat perjuangan saat ini. Semoga tali persaudaraan ini selalu Allah jaga ya?
Allah lancarkan kuliah mereka, mudahkan dalam menggapai cita kami.
Aku bangga menjadi bagian dan memiliki orang-orang hebat seperti kalian.
Uhibbukum fillah.
Hansya

Jumat, 29 April 2011

When The City Say

JAKARTA

where we were born on


JABODETABEK

our hometown


ANYER

the place where our story began


BOGOR

under the city of rain in love


too much that we have our memory together, forget it?sorry, its so hard



Minggu, 03 April 2011

P.A.C.A.R.A.N, nggak atau iya?

Bismillahirrohmanirrohiim

Saya ambil dari blog kakak kelas saya, Nur Afifah. Jazakillah ka saya banyak belajar dari blog kakak:)

Suatu pagi, belasan menit sebelum bel masuk berbunyi di SMA-ku, seorang teman melontarkan pertanyaan yang tak pernah terpikirkan sebelumnya,

“Fah, lo mau gue cariin pacar, gak?”

Hah? Dengan muka bingung, lantas berganti nyengir aku menjawab,

“Gak usah, Lin, nih aku dah punya banyak,” seruku sambil menarik buku-buku semi tebal dari dalam tas.

Gantian temanku yang cengengesan. Dasar.

Kali lain, teman seperjalanan pulangku bertanya, “Fah, kenapa sih kamu gak mau pacaran?”

Sambil berusaha menghindari genangan air di depan pasar Pondok Labu, aku berseru pelan,

“Kenapa ya, Sri?”

“Yee, orang nanya balik nanya.”

So?

Ini prinsipku, Sri. Tahu kan, kalau Allah sudah menjanjikan dalam Al Qur’an, perempuan yang baik hanya untuk laki-laki yang baik. Sepanjang kehidupanku, aku percaya janji Allah selalu benar.

Gini lho, kalau misalkan orang yang kita sayang menjanjikan sesuatu pada kita, kita akan dengan senang hati percaya, kan. Karena ibu, ayah, atau siapapun yang menyayangi kita akan berusaha menepati janji itu untuk membahagiakan kita. Kalaupun mereka tidak bisa menepatinya, mereka yang akan pertama kali bersedih karena keterbatasannya. Kalau manusia saja begitu, Allah pasti gak akan pernah menyalahi janji-Nya, karena Ia adalah Dzat yang paling mencintai kita, dan Ia adalah Penguasa Mutlak Alam Raya ini, Ia akan selalu memberi tanpa batas, tak ada yang bisa membatasi kekuasaan-Nya. Kalau Ia sudah berjanji, maka itu adalah sebenar-benarnya janji.

Perempuan yang baik hanya untuk laki-laki yang baik, berarti Allah sudah memudahkan kita, kan? Kalau mau dapat pasangan yang baik, berarti yang harus kita lakukan adalah menjadi baik terlebih dahulu. Kalau misalkan mau dapat pasangan yang hafal Qur’an, misalnya, kita juga harus mulai menghafal Qur’an. Atau kalau mau dapat pasangan yang pengertian, kita juga harus mulai menjadi orang yang pengertian. Karena saat seseorang menetapkan standar pada dirinya, hal itu akan mempengaruhi pilihan-pilihannya di saat ia harus memutuskan sesuatu. Iya, kan?

Makanya, aku lebih memilih membenahi diriku dulu, membangun kualitas-kualitas yang kusukai, jadi nanti pas memang sudah waktunya, aku sudah lebih siap. Lagian kalau pacaran, kita jadi kehilangan waktu untuk membangun hal-hal itu, kan? Kita lebih banyak tersibukkan dengan hal-hal yang sekarang, mungkin iya kadang-kadang ada yang memikirkan untuk ke depannya, tapi itu juga gak menjamin. Banyak orang yang tidak menjadi dirinya saat menjadi seorang pacar. Ia berusaha terlihat sempurna, atau paling tidak ia hanya ingin sisi baiknya saja yang terlihat. Kalau gak, siapa coba yang mau jadi pacarnya, hehe. Tapi kalau menikah kan beda, saat kita menikahi seseorang, kita gak bisa memilih hanya menikahi sisi baiknya, harus sepaket sama sifat-sifatnya yang lain. Lho, jadi jauh gini ya ngomongnya, hehe.

Jadi, menurutku, kalau orang lain berdalih, “Saya pacaran untuk bisa lebih mengenal pasangan saya,” rasanya itu bukan jalan yang pas.

Lagipula, aku gak mau mencari sesuatu yang baik untukku dengan cara yang tidak baik menurut-Nya.

Pandangan aja harus dijaga, apalagi berdua-duaan. Tapi bukan artinya pacaran gak boleh. Pacaran boleh, kok, nanti kalau udah nikah, hehe..

Mungkin iya, kita bisa dapat pasangan yang terasa ‘cocok’ untuk kita, tapi aku takut, kalau Allah gak suka caraku untuk mendapatkannya, aku bisa kehilangan nilai keberkahan di dalamnya. Padahal, hidup kita di sini kan untuk mendapat cinta-Nya kan?

Saat itu, aku ingat salah satu kalimat yang sempat terpikir di baris otakku,

Pangeran akan datang jika sudah tiba saatnya. Sebelum waktu itu tiba, pangeran dan putri harus saling menjaga dirinya masing-masing, supaya pertempuan itu lebih sempurna.

Rabu, 02 Februari 2011


Dear my prince,

i was a sleeping beauty on your birthday but you never come to wake me up.
but, i still thankful to God who created you

Sleeping Beauty, your princess

Jumat, 28 Januari 2011

Still

Bismillahirrohmanirrohiim
I've studied about concrete poem in Indonesian class. Just wanna make the love one:)

aquarius
aquarius aquarius
aquarius aquarius aquarius
aquarius PISCES aquarius
aquarius aquarius aquarius
aquarius aquarius
aquarius

When PISCES cannot live without AQUARIUS, but AQUARIUS can live without PISCES.
There is something real beetween us too. Who knew?
still #suggest stuck in the moment-Justien Biebier
Hansya

Sabtu, 15 Januari 2011

Kisah Cinta Kita

Bismillahirrohmanirrohiim

Didedikasikan untuk Hanifah Syahidah (saya sendiri) dan Muhammad Hafizhuddin Rabbani, yang telah memiliki kisah cintanya masing-masing.

Jujur saja, aku pernah jatuh cinta sebanyak 3 kali. Namun diantara mereka yang membuatku jatuh cinta, belum ada yang pernah membuatku menangis. Namun liburan tahun baru kali ini aku menangis. Pertama kalinya aku menangis karena cinta, tapi ini bukan kisah cintaku. Ini kisah cintamu adikku.
Liburan ini aku mendapatkan banyak pelajaran, tentangmu dan kisah cintamu.

Memang kadang orang yang kita cintai meninggalkan kita, tapi yakinlah adikku Allah gak akan pernah meninggalkanmu barang sedetikpun. Saat cinta itu memilihkan jalan terbaik untuk kita, kenapa kita harus kecewa? Mungkin dia mau nantinya cinta itu hakiki hanya karenaNya.

Kita boleh mencintai seseorang, namun jangan melebihi cinta kita pada Allah ya adikku.
Mungkin baru saja kita mengenal cinta itu, rasanya saat fitrah itu datang pada kita, luar biasa bukan. Anugerah Allah.
Biarlah Allah yang menunjukan kemana teka-teki cinta itu berjalan, kita tinggal melihat rahasiaNya itu.
Penuh cinta untuk adikku yang sedang jatuh cinta,
Hansya

Rabu, 15 Desember 2010

Terima kasih Allah

Bismillahirrohmanirrohiim

Terima kasih Allah, telah memberikanku kesempatan untuk merasakan rasa ini, Cinta
Terima kasih Allah, telah membuat rasa yang masih melakat padaku, rindu
Terima kasih Allah, kau mengajarkanku berbagai perasaan kasih sayang
Terima kasih Allah, kau memberikanku anugerah terindah untuk merasakan indahnya nikmatMu

Pertemukan kami jika memang yang terbaik bagiMu
Satukan kami di bawah cinta hakikiMu
Berikan jalan terbaik masing-masing untuk kami dalam keputusanMu

Masih ingatkan MCflurry yang aku beri di bawah hujan kota Bogor itu?
Mungkin kau lupa, dan percayalah aku tak akan melupakannya sedetikpun

Dan kita harus yakin, yang baik akan mendapatkan yang baik
Insya Allah

Hansya

Senin, 26 Oktober 2009

Long Distance Love

Bismillah..

Setiap orang pasti pernah jatuh cinta, entah dengan siapa ia merasakannya. Masih dengan teman masa kecilnya hingga teman kerjanya. Mau orang itu jauh atau dekat. Ini yang masih saya rasakan..
Sebelumnya saya belum bisa menerima bahwa saya dan dia memiliki sekolah yang berbeda. Segalanya semakin berubah dengan lingkungan yang semakin lama semakin membuat saya menerima nasib saya itu. Kali ini saya merasakan Long Distance Love saya berusaha melupakan dia, namun sepertinya..

Hanya kamu yang bisa membuatku jadi tergila-gila,
membuatku jatuh cinta karena tak ada yang lain sepertimu..
Berkali ku mencoba berpaling pada makhluk indah lainnya,
namun tidak seindah bila bercinta denganmu.. (tiket)

Cinta jarak jauh emang nggak gampang, apalagi saya adalah tipe orang yang kalau sempat menyukai orang agak lama.
Masih, mungkin banyak teman saya yang bilang "masih jaman sama anak NF?", jujur saya nggak secepat itu melupakan seseorang yang pernah mengetuk hati saya, berdiam malah dalam hati saya dan itu cukup lama.
Tapi saya rasa itu tidak terlalu berpengaruh dalam kehidupan saya. Mau nggak mau saya harus menjalani kembali kehidupan saya dengan normal..
sebagai pelajar putih abu-abu alkausar,
sebagai anak umi-abi saya,
sebagai kakak dari tiga orang adik saya,
sebagai salah satu dari 11 anak perempuan di Livs.
Ya, hidup harus tetap berjalan seperti biasa. Hidup juga merupakan pilihan, dia pilih SMA negri saya tetap pada jalan saya di sekolah boarding.

Bila suatu saat kau harus pergi,
jangan paksa aku untuk cari yang lebih baik..(Sherina)

Masih belum ada yang menggantikannya, always miss you my devil.
Suatu saaat dimana kita bakal bertemu lagi, saya berharap dia akan lebih baik dari sebelumnya.
Love,
Hansya