Bismillah..
Tulisan ini kupersembahkan untuk orang yang telah melahirkanku, membesarkanku dan tetap mencintaiku apa adanya. Sepenuh hatinya.
Saat aku beranjak dewasa, dan aku memulai perlawanan-perlawananku padanya.
Dimulai saat aku masih smp, saat aku mulai menolak pilihan orang tuaku untuk melanjukan ke SMA NFBS yang merupakan lanjutan dari smp ku. Aku bersikeras menolak.
Umipun mengeluarkan Rp 1.000.000,00 hanya untuk aku les persiapan PSB IC Serpong.
Aku gagal.
Umi hanya tersenyum seraya memberikanku semangat. Namun aku masih belum bisa menerima kenyataan itu.
Aku lelah. Lelah belajar. Lelah berdoa.
Namun umi senantiasa masih pantang menyerah memberikanku semangat.
Entah kenapa Allah memberikanku ibu yang luar biasa seperti beliau.
Saat aku beranjak SMA, dan takdirku menentukan SMA IC Alkausar Sukabumi sebagai sekolah lanjutanku.
Dimulai dengan adanya permintaan-permintaanku yg berlebihan minta ini-itu yg memang itu tidak terlalu diperlukan.
Umi menolak dan aku tetap merengek, aku tidak sadar bahwa aku kakak dari 3 orang adik yang harusnya lebih dewasa dari mereka. Aku bersikeras minta sesuatu yang aku inginkan.
Hingga saat aku menyadari kesalahan-kesalahanku selama ini. Kesabaran umiku. Ketangguhan umi dalam menghadapi anaknya yang seperti ini. Aku tahu sekarang.
Bertindak dewasa adalah jalan keluarnya.
Kembali menatap dunia baru, kembali menjalani kehidupan dengan ikhlas sesuai dengan apa yang Allah takdirkan.
Karena kadang rencana kita tak sesuai dengan takdirNya, tapi Takdir yang Allah berikan pastilah yang terbaik buat kita. Terima kasih untuk cintamu, Umi.
Love,
Hansya
Seandainya sabar dan syukur adalah kendaraan, aku akan memilih keduanya (Umar bin Khatab RA)
Jumat, 19 Februari 2010
Kamis, 10 Desember 2009
Saat aku rindu
Bismillah
Saat ini aku rindu sekali,
rindu senyumannya dan candanya
Saat ini aku ingin sekali,
bertemu dengannnya dan bercanda dengannya
Saat ini aku berharap sekali,
Mereka ada di sampingku
Memberi semangat dan tawanya
Nanti,
28 Desember 2009
kita akan berkumpul lagi
Muhammad Hafizhuddin Robbani. Hakim Abdul Aziz. Hasna Karimah
Yang merindukan kalian,
Hanifah Syahidah
Saat ini aku rindu sekali,
rindu senyumannya dan candanya
Saat ini aku ingin sekali,
bertemu dengannnya dan bercanda dengannya
Saat ini aku berharap sekali,
Mereka ada di sampingku
Memberi semangat dan tawanya
Nanti,
28 Desember 2009
kita akan berkumpul lagi
Muhammad Hafizhuddin Robbani. Hakim Abdul Aziz. Hasna Karimah
Yang merindukan kalian,
Hanifah Syahidah
Senin, 30 November 2009
Tears for Physic
Bismillah..
Hari ini, jam pelajaran terakhir seraya membagikan hasil UH fisika.
Saya melihat UH ke-4 bab Usaha dan Energi saya mendapatkan 72.5 itu sudah mencukupi standar dengan KKM 68.
Namun di papan pengumuman nilai saya menjadi 67.5
Jujur saya sangat kecewa..
Saya protes ke pak Arifin guru sekaligus pemberi nilai saya pada setiap UH fisika. Nilai saya di minus 5, karena saya disangka pak Arifin terlambat mengumpulkan.Saya ke depan pak Arifin dan mencoba menjelaskan namun saya tidak kuat menahan air mata sehingga jatuh.Pak Arifin sepertinya tidak kuat melihat air mata saya sehingga tanpa berkata apa-apa dia mempersilahkan saya duduk.
Selama pelajaran pak Arifinpun melanjutkan pelajarannya tanpa menghiraukan apa-apa.
Saya masih sesegukan, cengeng memang.
Padahal sejak SMP saya sudah berjanji no tears for subject whatever happen. Namun saya melanggarnya sendiri. Jujur saya tidak kuat dengan Fisika yang dulu saya gemari.
Yang selama kelas X saya tidak pernah remedial,
jika lihat sekarang..
Nilai saya turun dan belum ada satu babpun yang saya lulus di kelas XI.
It makes me hurt..
Sayapun merenungkan, memang ini salah saya.
Saya tidak serajin dulu.Ibadah saya mulai turun.
Saya banyak memikirkan hal-hal yang tidak penting..
Tapi, buat saya
Still love you physic.
Semoga bisa lebih baik lagi. Jangan langsung menyerah.
Inget kata d'masiv Jangan Menyerah:)
Love,
Hansya
Hari ini, jam pelajaran terakhir seraya membagikan hasil UH fisika.
Saya melihat UH ke-4 bab Usaha dan Energi saya mendapatkan 72.5 itu sudah mencukupi standar dengan KKM 68.
Namun di papan pengumuman nilai saya menjadi 67.5
Jujur saya sangat kecewa..
Saya protes ke pak Arifin guru sekaligus pemberi nilai saya pada setiap UH fisika. Nilai saya di minus 5, karena saya disangka pak Arifin terlambat mengumpulkan.Saya ke depan pak Arifin dan mencoba menjelaskan namun saya tidak kuat menahan air mata sehingga jatuh.Pak Arifin sepertinya tidak kuat melihat air mata saya sehingga tanpa berkata apa-apa dia mempersilahkan saya duduk.
Selama pelajaran pak Arifinpun melanjutkan pelajarannya tanpa menghiraukan apa-apa.
Saya masih sesegukan, cengeng memang.
Padahal sejak SMP saya sudah berjanji no tears for subject whatever happen. Namun saya melanggarnya sendiri. Jujur saya tidak kuat dengan Fisika yang dulu saya gemari.
Yang selama kelas X saya tidak pernah remedial,
jika lihat sekarang..
Nilai saya turun dan belum ada satu babpun yang saya lulus di kelas XI.
It makes me hurt..
Sayapun merenungkan, memang ini salah saya.
Saya tidak serajin dulu.Ibadah saya mulai turun.
Saya banyak memikirkan hal-hal yang tidak penting..
Tapi, buat saya
Still love you physic.
Semoga bisa lebih baik lagi. Jangan langsung menyerah.
Inget kata d'masiv Jangan Menyerah:)
Love,
Hansya
Rabu, 25 November 2009
Ingin Jadi Akhwat
Bismillah..
Saat umurku menuju 17 tahun, dan aku mulai mencoba memahami untuk apa kita menjadi wanita sejati.
Aku ingin menjadi seperti umi yang senantiasa menjaga auratnya dengan rapi.
Menjadi akhwat yang memakai kerudung lebar,
bukan untuk sok-sokan tapi untuk menjaga diri lebih baik lagi. Dan tidak malu untuk mnggunakannya.
Menjadi akhwat yang selalu ingat Allah,
dimanapun dia berada dan selalu melaksanakan sesuatu karena Allah..
Menjadi akhwat yang tahu diri,
tahu untuk apa ia diciptakan dan senantiasa mensyukuri hidupnya..
Menjadi akhwat yang cantik,
cantik karena akhlaknya juga karena kepandaiannya.
Bisakah aku menjadi seperti itu,
menjelang 17 tahun yang mulai memaknai hidupnya..
Love,
Hansya
Saat umurku menuju 17 tahun, dan aku mulai mencoba memahami untuk apa kita menjadi wanita sejati.
Aku ingin menjadi seperti umi yang senantiasa menjaga auratnya dengan rapi.
Menjadi akhwat yang memakai kerudung lebar,
bukan untuk sok-sokan tapi untuk menjaga diri lebih baik lagi. Dan tidak malu untuk mnggunakannya.
Menjadi akhwat yang selalu ingat Allah,
dimanapun dia berada dan selalu melaksanakan sesuatu karena Allah..
Menjadi akhwat yang tahu diri,
tahu untuk apa ia diciptakan dan senantiasa mensyukuri hidupnya..
Menjadi akhwat yang cantik,
cantik karena akhlaknya juga karena kepandaiannya.
Bisakah aku menjadi seperti itu,
menjelang 17 tahun yang mulai memaknai hidupnya..
Love,
Hansya
Senin, 02 November 2009
OSIS is Freezing
Bismillah..
Namanya juga hidup pasti selalu ada masalah yang menimpa, entah saat saya berada di rumah maupun di sekolah boarding saya.Masalah ini terjadi pada angkatan saya, jelas saya ikut berduka namun menanggapi masalah ini saya lebih banyak diam dan menyerahkan semuanya pada angkatan saya. Saya terlalu takut salah pada tindakan saya sehingga inilah jalan yang saya ambil.
Sore itu, saat seluruh penghuni sekolah SMA IC Alkausar dikumpulkan dan para guru tatib ikut serta dalam acara tersebut. Tepatnya di lapangan tempat biasa apel pagi, saya bersama siswi pitri lainnya berbaris di sore yang cukup panas itu, melawan panasnya matahari disertai rasa penasaran terhadap apa salah saya dalam benak kami masing-masing. Wali asrama putra bertanya "Siapa yang merokok di alkausar?". Kami sebagai warga assrama putri hanya bisa diam dan merasa sangat kepanasan karena cuaca itu. Wali asrama putra itu bertanya pada semua angkatan dari angkatan adik kelas saya hingga kakak kelas saya, tak ketinggalan angkatan sayapun diinterogasi. Sudah hampir setengah jam masih belum ada yang mengakuinya.
Bagaimana dengan kami nasib anak putri yang sama sekali tidak bersalah?
Kami dipulangkan karena kami semua tidak memiliki sangkut pautnya dengan kejadian ini. Namun saat maghrib menjelang, angkatan saya terlihat masih berada di lapangan apel tersebut. Sayapun bingung, ada apa gerangan dengan angkatan saya?
Maghribpun tiba, saya melihat teman seangkatan saya berada di lapangan masih dengan pakaian seragamnya. Sayapun semakin bertanya-tanya dalam hati. Ternyata masalah dalam angkatan saya.
Setelah pertanyaan rokok tadi, ada seorang adik kelas yang mengaku, bagaimana dengan angkatan saya?
Tak seorangpun yang mengaku. Entah memang tidak ada yang merokok ataupun tidak mau mengaku alias BOHONG.
Saya sendiripun masih bingung..
Saya memilih lebih banyak diam dan menunggu masalah ini berjalan mengalir seperti biasa. Ternyata takdir berbicara lain. Gara-gara masalah ini saya kehilangan tiga teman saya yang jujur saya sudah merasa mereka seperti saudara saya sendiri.
Farhan Hakim Suryadi
Sekarang dia sekolah di SMA Global Islamic School, makasih buat presentasi Prasmulnya..
Muhammad Rival Ula
Selalu Hani inget kalau pernah ada seorang Aal di angkatan Hani..
Elsan Hilmi Sulivan
Nggak tahu kenapa saya lebih suka manggil Ibin, walau kita nggak terlalu deket. Tapi, saya merasa Alkausar sepi tanpa kalian bertiga.
Namanya juga hidup pasti selalu ada masalah yang menimpa, entah saat saya berada di rumah maupun di sekolah boarding saya.Masalah ini terjadi pada angkatan saya, jelas saya ikut berduka namun menanggapi masalah ini saya lebih banyak diam dan menyerahkan semuanya pada angkatan saya. Saya terlalu takut salah pada tindakan saya sehingga inilah jalan yang saya ambil.
Sore itu, saat seluruh penghuni sekolah SMA IC Alkausar dikumpulkan dan para guru tatib ikut serta dalam acara tersebut. Tepatnya di lapangan tempat biasa apel pagi, saya bersama siswi pitri lainnya berbaris di sore yang cukup panas itu, melawan panasnya matahari disertai rasa penasaran terhadap apa salah saya dalam benak kami masing-masing. Wali asrama putra bertanya "Siapa yang merokok di alkausar?". Kami sebagai warga assrama putri hanya bisa diam dan merasa sangat kepanasan karena cuaca itu. Wali asrama putra itu bertanya pada semua angkatan dari angkatan adik kelas saya hingga kakak kelas saya, tak ketinggalan angkatan sayapun diinterogasi. Sudah hampir setengah jam masih belum ada yang mengakuinya.
Bagaimana dengan kami nasib anak putri yang sama sekali tidak bersalah?
Kami dipulangkan karena kami semua tidak memiliki sangkut pautnya dengan kejadian ini. Namun saat maghrib menjelang, angkatan saya terlihat masih berada di lapangan apel tersebut. Sayapun bingung, ada apa gerangan dengan angkatan saya?
Maghribpun tiba, saya melihat teman seangkatan saya berada di lapangan masih dengan pakaian seragamnya. Sayapun semakin bertanya-tanya dalam hati. Ternyata masalah dalam angkatan saya.
Setelah pertanyaan rokok tadi, ada seorang adik kelas yang mengaku, bagaimana dengan angkatan saya?
Tak seorangpun yang mengaku. Entah memang tidak ada yang merokok ataupun tidak mau mengaku alias BOHONG.
Saya sendiripun masih bingung..
Saya memilih lebih banyak diam dan menunggu masalah ini berjalan mengalir seperti biasa. Ternyata takdir berbicara lain. Gara-gara masalah ini saya kehilangan tiga teman saya yang jujur saya sudah merasa mereka seperti saudara saya sendiri.
Farhan Hakim Suryadi
Sekarang dia sekolah di SMA Global Islamic School, makasih buat presentasi Prasmulnya..
Muhammad Rival Ula
Selalu Hani inget kalau pernah ada seorang Aal di angkatan Hani..
Elsan Hilmi Sulivan
Nggak tahu kenapa saya lebih suka manggil Ibin, walau kita nggak terlalu deket. Tapi, saya merasa Alkausar sepi tanpa kalian bertiga.
LIVORNITOS
Live Revolutionary with Integrity in Fourth Society
Buat Hani Livs akan selalu 41 anak, apapun yang terjadi.
Buat Hani Livs akan selalu 41 anak, apapun yang terjadi.Love,
Hansya
Hansya
Senin, 26 Oktober 2009
Long Distance Love
Bismillah..
Setiap orang pasti pernah jatuh cinta, entah dengan siapa ia merasakannya. Masih dengan teman masa kecilnya hingga teman kerjanya. Mau orang itu jauh atau dekat. Ini yang masih saya rasakan..
Sebelumnya saya belum bisa menerima bahwa saya dan dia memiliki sekolah yang berbeda. Segalanya semakin berubah dengan lingkungan yang semakin lama semakin membuat saya menerima nasib saya itu. Kali ini saya merasakan Long Distance Love saya berusaha melupakan dia, namun sepertinya..
Hanya kamu yang bisa membuatku jadi tergila-gila,
membuatku jatuh cinta karena tak ada yang lain sepertimu..
Berkali ku mencoba berpaling pada makhluk indah lainnya,
namun tidak seindah bila bercinta denganmu.. (tiket)
Cinta jarak jauh emang nggak gampang, apalagi saya adalah tipe orang yang kalau sempat menyukai orang agak lama.
Masih, mungkin banyak teman saya yang bilang "masih jaman sama anak NF?", jujur saya nggak secepat itu melupakan seseorang yang pernah mengetuk hati saya, berdiam malah dalam hati saya dan itu cukup lama.
Tapi saya rasa itu tidak terlalu berpengaruh dalam kehidupan saya. Mau nggak mau saya harus menjalani kembali kehidupan saya dengan normal..
sebagai pelajar putih abu-abu alkausar,
sebagai anak umi-abi saya,
sebagai kakak dari tiga orang adik saya,
sebagai salah satu dari 11 anak perempuan di Livs.
Ya, hidup harus tetap berjalan seperti biasa. Hidup juga merupakan pilihan, dia pilih SMA negri saya tetap pada jalan saya di sekolah boarding.
Bila suatu saat kau harus pergi,
jangan paksa aku untuk cari yang lebih baik..(Sherina)
Masih belum ada yang menggantikannya, always miss you my devil.
Suatu saaat dimana kita bakal bertemu lagi, saya berharap dia akan lebih baik dari sebelumnya.
Love,
Hansya
Setiap orang pasti pernah jatuh cinta, entah dengan siapa ia merasakannya. Masih dengan teman masa kecilnya hingga teman kerjanya. Mau orang itu jauh atau dekat. Ini yang masih saya rasakan..
Sebelumnya saya belum bisa menerima bahwa saya dan dia memiliki sekolah yang berbeda. Segalanya semakin berubah dengan lingkungan yang semakin lama semakin membuat saya menerima nasib saya itu. Kali ini saya merasakan Long Distance Love saya berusaha melupakan dia, namun sepertinya..
Hanya kamu yang bisa membuatku jadi tergila-gila,
membuatku jatuh cinta karena tak ada yang lain sepertimu..
Berkali ku mencoba berpaling pada makhluk indah lainnya,
namun tidak seindah bila bercinta denganmu.. (tiket)
Cinta jarak jauh emang nggak gampang, apalagi saya adalah tipe orang yang kalau sempat menyukai orang agak lama.
Masih, mungkin banyak teman saya yang bilang "masih jaman sama anak NF?", jujur saya nggak secepat itu melupakan seseorang yang pernah mengetuk hati saya, berdiam malah dalam hati saya dan itu cukup lama.
Tapi saya rasa itu tidak terlalu berpengaruh dalam kehidupan saya. Mau nggak mau saya harus menjalani kembali kehidupan saya dengan normal..
sebagai pelajar putih abu-abu alkausar,
sebagai anak umi-abi saya,
sebagai kakak dari tiga orang adik saya,
sebagai salah satu dari 11 anak perempuan di Livs.
Ya, hidup harus tetap berjalan seperti biasa. Hidup juga merupakan pilihan, dia pilih SMA negri saya tetap pada jalan saya di sekolah boarding.
Bila suatu saat kau harus pergi,
jangan paksa aku untuk cari yang lebih baik..(Sherina)
Masih belum ada yang menggantikannya, always miss you my devil.
Suatu saaat dimana kita bakal bertemu lagi, saya berharap dia akan lebih baik dari sebelumnya.
Love,
Hansya
Rabu, 21 Oktober 2009
Terancam
Bismillah..
Sebelumnya saya ingin bercerita sedikit tentang sekolah saya ini. Sekolah yang terletak di bawah kaki gunung salak (yang harusnya minumnya pakai AQUA dan ternyata tidak). Sekolah yang masuknya kurang lebih sebesar 40 juta.Yang setiap orang mendengarnya pasti langsung merinding. Begitu pula dengan saya sendiri. Kalau seandainya saya punya 40 juta saya punya banyak rencana diantaranya :
1. Beli Laptop

2. Beli HP
3. Sisanya di tabungin buat kuliah dan sekalian persiapan naik haji (amin..)

Kembali pada pokok inti permasalahan, kemarin sebelum libur kenaikan kelas saya diminta untuk menandatangani perjanjian dimana dalam perjanjian itu tertulis..
Saya yang bertanda tangan dibawah ini,
Nama : Hanifah Syahidah
Nama Orang tua : Yusuf Afandi
Alamat : Komplek Puspiptek Blok I A/16 Serpong-Tangerang
menyatakan akan memenuhi peraturan-peraturan dibawah ini yaitu,
1. Tidak akan melaksanakan pelanggaran-pelanggaran tingkat 3 dan 4 (berat) dan menjadi contoh yang baik untuk
teman-temannya.
2. Memiliki nilai 80.00 di setiap mata pelajaran jurusan untuk IPA (matematika,fisika,biologi,kimia)dan
Bahasa inggris
Demikian perjanjian ini saya buat dan bila terjadi tidak terpenuhinya poin-poin diatas beasiswa akan dicabut.
Tertanda,
Penerima beasiswa Orang tua
Hanifah Syahidah Yusuf Afandi
Allah...
Setelah saya melihat perkembangan saya dikelas X, saya sempat mendapatkan nilai 78 pada pelajaran MTK di semester I dan bahasa Inggris 79 di semester II. Setelah duduk di kelas XI saya melihat perkembangan bahasa Inggris saya yang semakin menurun. Dimana saat UH saya mendapat nilai 78 dan yang paling mengerikan MID test saya mendapat 56. Bagaimana dengan nasib perjanjian saya tersebut?
Abi saya memiliki jalan keluar dimana saya akan dikembalikan ke sekolah saya yang dulu,
Nurul Fikri Boarding School.
Jujur saya senang akan kembali di tempat perantauan yang sebenarnya masih saya cintai itu, tapi terlalu banyak yang harus dikorbankan dari teman hingga biaya yang harus abi saya keluarkan.
Maka dari itu saya harus lebih keras berusaha dan saya mohon doa dari teman-teman semoga hal itu tidak terjadi.
Wish me luck friends!
Love,
Hansya
Sebelumnya saya ingin bercerita sedikit tentang sekolah saya ini. Sekolah yang terletak di bawah kaki gunung salak (yang harusnya minumnya pakai AQUA dan ternyata tidak). Sekolah yang masuknya kurang lebih sebesar 40 juta.Yang setiap orang mendengarnya pasti langsung merinding. Begitu pula dengan saya sendiri. Kalau seandainya saya punya 40 juta saya punya banyak rencana diantaranya :
1. Beli Laptop

2. Beli HP
3. Sisanya di tabungin buat kuliah dan sekalian persiapan naik haji (amin..)
Kembali pada pokok inti permasalahan, kemarin sebelum libur kenaikan kelas saya diminta untuk menandatangani perjanjian dimana dalam perjanjian itu tertulis..
Saya yang bertanda tangan dibawah ini,
Nama : Hanifah Syahidah
Nama Orang tua : Yusuf Afandi
Alamat : Komplek Puspiptek Blok I A/16 Serpong-Tangerang
menyatakan akan memenuhi peraturan-peraturan dibawah ini yaitu,
1. Tidak akan melaksanakan pelanggaran-pelanggaran tingkat 3 dan 4 (berat) dan menjadi contoh yang baik untuk
teman-temannya.
2. Memiliki nilai 80.00 di setiap mata pelajaran jurusan untuk IPA (matematika,fisika,biologi,kimia)dan
Bahasa inggris
Demikian perjanjian ini saya buat dan bila terjadi tidak terpenuhinya poin-poin diatas beasiswa akan dicabut.
Tertanda,
Penerima beasiswa Orang tua
Hanifah Syahidah Yusuf Afandi
Allah...
Setelah saya melihat perkembangan saya dikelas X, saya sempat mendapatkan nilai 78 pada pelajaran MTK di semester I dan bahasa Inggris 79 di semester II. Setelah duduk di kelas XI saya melihat perkembangan bahasa Inggris saya yang semakin menurun. Dimana saat UH saya mendapat nilai 78 dan yang paling mengerikan MID test saya mendapat 56. Bagaimana dengan nasib perjanjian saya tersebut?
Abi saya memiliki jalan keluar dimana saya akan dikembalikan ke sekolah saya yang dulu,
Nurul Fikri Boarding School.
Jujur saya senang akan kembali di tempat perantauan yang sebenarnya masih saya cintai itu, tapi terlalu banyak yang harus dikorbankan dari teman hingga biaya yang harus abi saya keluarkan.
Maka dari itu saya harus lebih keras berusaha dan saya mohon doa dari teman-teman semoga hal itu tidak terjadi.
Wish me luck friends!
Love,
Hansya
Langganan:
Postingan (Atom)